24 April 2007

No Need to Argue...

There’s no need to argue anymore
I gave all I could
But it left me so sore
And the thing that makes me mad
Is the one thing that I had

I knew, I knew, I’d lose you
You’ll always be special to me

And I remember all the
Things we once shared
Watching tv movies on
The living room armchair

But they say it will work out fine
Was it all a waste of time
Cause I knew, I knew, I’d lose you

You’ll always be special to me

Will I forget in time
You said I was on your mind
There’s no need to argue
No need to argue anymore
There’s no need to argue anymore
Special

.... sedih
ibarat seorang ibu yang didurhakai anaknya.


Sekar Arum Sari

20 April 2007

HILANGNYA SAHABAT

harus bagaimana
tlah kucari
kata yang salah
tak kutemui

harus bagaimana
tak ada lagi kata
Yang terucap
lidah kelu

harus bangaimana
persahabatan semu
sebatas lidah
hati beku

harus bagaimana
kugapai talinya
tlah putus
tak terjurai

harus bagaimana
semakin jauh
jauh dan jauh
jauuuhhhhh

buat sahabatku puput
(Brabangkara 20/04/2007



Sekar Arum Sari

16 April 2007

Sebuah Perjalanan...

.....12 agustus 1942....

disaat seperti ini aku tidak tau apa lagi yang terjadi esok
saat semua terjadi dalam kemenangan atau keabadian
kata kataku terpijak dalam rindu ku disana
berharap dapat memeluk mu ...

(suara peluru yang di muntahkan dan bom yang berdentum keras memaksa setiap jengkal tanah untuk bersikap menerima kekuatan penghancurnya ,..seorang pejuang memejamkan mata sebentar berusaha menguasai diri nya saat semua situasi yang ada di sekeliling nya berubah menjadi kepingan kepingan )

terlintas semua raut wajah yang kukasihi
menemukan pandangan berpapasan dengan jawaban mungkin tidak akan dapat menemukan mu

....12 mei 1942...

sudah pernah kubisikan
aku akan kembali atau terbaring dengan senyum melihat bayangan wajah mu
lalu semua datang seperti kabut senja
dan kita tidak pernah bisa memaksa penantian
untuk berjanji mengakhiri masa nya

tidak dapat kau sembunyikan butiran butiran air mata
lalu aku memeluk mu dan berkata
"sabarlah sabarlah .."
"kita akan bertemu saat jalan kita masih sama "
"dan biarkan bumi Al aqsha menerima kehadiran ku disana"

....malam hari ..13 agustus 1942 ....

(saat malam hari tiba ... wanita itu duduk bersimpuh mencoba menenangkan hati dan menemukan dalam mimpi senyuman sang pejuang)

lalu keluar kata kata nya mendahului lelehan air mata

duhai kekasih ..aku melihat senyum mu dan lambaian tangan dari jauh
lalu aku berlari menghampiri ingin segera menyentuh kaki mu dan merebahkan segala rindu yang telah memuncak
di dekapan mu kau bisikan ..temui aku.. temui aku di telaga para syahid ..

(lalu terbangun dalam munajat semalaman)

kekasih ...selalu kau katakan dunia adalah ujian dan akhirat adalah yang kekal ..


(inspirasi dari sapulete pejuang muslim indonesia di palestine )

Sekar Arum Sari

11 April 2007

" ha..ha..hi..hi..ha..ha..hi..hi..! "

Dikelas 0 kecil Sekolah Taman Kanak Kanak, sebut saja " TK Anak Lincah " . Pada menit menit akhir jam sekolah seorang guru bertanya kepada muridnya .
"hayoooo angkat tangan, siapa yg mau masuk syurga? " tanya guru Ijah sambil tersenyum.
" Saya bu guruuuu..! " jawab murid serempak sambil mengangkat tangan, kecuali Joko,Tini dan Anto.
" Joko, kenapa kmu tidak mengangkat tangan?" tanya bu guru heran.
" Saya ga mau masuk syurga, saya mau masuk tentara bu guru." jawab Joko sambil mengangkat pistol mainannya.
" Tini, kenapa kamu tidak mengangkat tangan ?" tanya bu guru penuh selidik.
" kata papah mamah kalo pulang sekolah ga boleh kemana mana, harus langsung pulang kerumah." jawab Tini sambil mempermainkan pita rambutnya yang panjang.
" Anto, kenapa kmu tidak mengangkat tangan ?" tanya bu guru sambil menatap Anto.
" belum bilang sama mamah " jawab anto sambil melempar kapal terbang mainan dari kertas.
Bu guru bingung sambil garuk garuk kepala, padahal kepalanya ga gatel, sedetik kemudian lonceng sekolah berbunyi.

(brabangkara 10/04/07)

Ngelmu iku kalakone kanthi laku...

05 April 2007

Dreaming my Dreams...

All the things you said to me today
Changed my perspective in every way
Then things come to mean
So much to me

Into my faith you
And your baby
It’s out there
If you want me
I’ll be here
It’s out there

I’ll be dreaming my dreams with you
And there’s no other place
That I’d lay down my face
I’ll be dreaming my dreams with you

It’s out there
If you want me, I’ll be here
I’ll be dreaming my dreams with you
And there’s no other place that I’d lay down my face
I’ll be dreaming my dreams with you

The hottest songs from Cranberries

Sekar Arum Sari

Dibalik Kehidupan insan bernama: “Muhammad”

1. Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.
Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

2. Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

3. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan') Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

4. Pernah baginda bersabda,
"sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga


5. Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang : "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." desak Umar penuh cemas.

6. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

7. Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

8. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi


9. Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

10. Rasulullah s. a. w. bersabda,
"Sampaikan pesanku walau sepotong ayat"

Dari mailist tetangga
brabangkara 3/04/2007)

Sekar Arum Sari