.....12 agustus 1942.... disaat seperti ini aku tidak tau apa lagi yang terjadi esok saat semua terjadi dalam kemenangan atau keabadian kata kataku terpijak dalam rindu ku disana berharap dapat memeluk mu ... (suara peluru yang di muntahkan dan bom yang berdentum keras memaksa setiap jengkal tanah untuk bersikap menerima kekuatan penghancurnya ,..seorang pejuang memejamkan mata sebentar berusaha menguasai diri nya saat semua situasi yang ada di sekeliling nya berubah menjadi kepingan kepingan )terlintas semua raut wajah yang kukasihi menemukan pandangan berpapasan dengan jawaban mungkin tidak akan dapat menemukan mu ....12 mei 1942...sudah pernah kubisikanaku akan kembali atau terbaring dengan senyum melihat bayangan wajah mulalu semua datang seperti kabut senja dan kita tidak pernah bisa memaksa penantian untuk berjanji mengakhiri masa nyatidak dapat kau sembunyikan butiran butiran air mata lalu aku memeluk mu dan berkata "sabarlah sabarlah ..""kita akan bertemu saat jalan kita masih sama ""dan biarkan bumi Al aqsha menerima kehadiran ku disana"....malam hari ..13 agustus 1942 ....(saat malam hari tiba ... wanita itu duduk bersimpuh mencoba menenangkan hati dan menemukan dalam mimpi senyuman sang pejuang) lalu keluar kata kata nya mendahului lelehan air mata duhai kekasih ..aku melihat senyum mu dan lambaian tangan dari jauh lalu aku berlari menghampiri ingin segera menyentuh kaki mu dan merebahkan segala rindu yang telah memuncak di dekapan mu kau bisikan ..temui aku.. temui aku di telaga para syahid ..(lalu terbangun dalam munajat semalaman) kekasih ...selalu kau katakan dunia adalah ujian dan akhirat adalah yang kekal ..(inspirasi dari sapulete pejuang muslim indonesia di palestine )