Waktu pertama aku melihatmu
Kau begitu angkuh,
Kau begitu pendiam
Tapi…
Setelah aku memperhatikanmu
Kau begitu lincah
Jahil,
Dan suaramu itu
Begitu besar, seperti tarzan saja
Aku selalu kaget dengan teriakanmu
Alina ~
03 June 2009
Kamu Bilang...
Puisi ini dibuat brabangkara, ditujukan untuk Mbu. Terinspirasi dari komentar Mbu di artikel 'Kutang'. (pengen ketawa ngetik judulnya. wkwkwkwkwk...)
Kmu bilang dunia berputar tak bosan
Tentu saja, ia tak akan bosan
sebelum datang perintah
Ia akan taat
kmu bilang tak ada tinggi yg terus tinggi
tak ada rendah yg rendah terus
tentu saja, tapi belum saatnya
hingga datang perintah
Ia akan taat
hingga bumi ditukar
dengan bumi yg lain ,yg keperakan
seperti bola
tanpa tinggi tanpa rendah
tanpa sungai tanpa lautan
tanpa danau tanpa telaga
tanpa pepohonan tanpa rerumputan
kmu bilang fikir berhenti tentu saja mati
aku bilang fikir tak pernah mati
sebelum dunia berganti kmu kan mati
saat itulah kmu repot
fikrmu juga bilang kmu telah mati
jadi g usah repot klo mau mati
saatnya pasti datang
malaikat tak merasa repot
untuk menyiksamu
menenggelamkanmu
dalam panas
yg tak terhingga
kmu bertanya detak waktu hanya bisa menunda kematian
tidak..!
detak waktu tetap berjalan
hingga waktu akhirat
kematian tak bisa ditunda
tak bisa dipercepat
walau hanya sedetik
hingga datang saatnya
malaikat maut
akan taat
kmu bilang ini malam memuja tak jemu
itulah yg seharusnya
tak perlu kertas
tak perlu angin
tak perlu burung
Ia melihatmu, mendengarmu
Yang menggenggam jiwamu
Hingga Ia ridho
kmu kan disambut
perempuan perempuan
yg beraroma wewangian
hiruplah olehmu
hingga kmu puas
Brabangkara ~ 26 Mei 2009
brabangkara: ini baru aja selesai aku buat
rum4rum: ok
rum4rum: ketawa si bambunya
brabangkara: keren g rum???
rum4rum: udah arum sampein
Untukmu
Jangan kau buat telaga hitam
Di bening matamu
Sebab kutak ingin berkaca
Dikesuramannya
Usah kau cipta riak gelombang
Karna ku tak mampu lagi meliuk
Diantara deru ombaknya
Tidakkah kau tahu…!
Aku telah penat
Teramat jauh jarak yang t'lah ku jelang
Andai kau izinkan
Kuingin mencari keteduhan
Di telaga bening matamu.
Alina ~
Di bening matamu
Sebab kutak ingin berkaca
Dikesuramannya
Usah kau cipta riak gelombang
Karna ku tak mampu lagi meliuk
Diantara deru ombaknya
Tidakkah kau tahu…!
Aku telah penat
Teramat jauh jarak yang t'lah ku jelang
Andai kau izinkan
Kuingin mencari keteduhan
Di telaga bening matamu.
Alina ~
Tanpamu
Tanpamu....semua begitu sepi
tiba-tiba aku merasa sendirian......tempat yang begitu ramai tidak dapat , menghilangkan keresahan ini. aku mencoba mencari kedamaian dari ruang yang berbeda tetapi tak kudapatkan damai yang dulu begitu indah. Aku benar-benar kehilangan................
aku ingin pulang......, aku lelah menunggumu. tapi tak ada juga tanda-tanda kau akan datang. aku ingin bertanya pda mereka, tapi dapatkah mereka memberi tahu aku kemana perginya dirimu ? bisakah mereka memberi aku kepastian agar hati ini tak galau lagi.
kutunggu dirimu sampai waktu menunjukkan pukul 16:10. sedikit lagi....mungkin kamu terlambat datang seperti waktu itu.
kamu tak datang juga...........
aku harus pergi skarang.
Alina69
tiba-tiba aku merasa sendirian......tempat yang begitu ramai tidak dapat , menghilangkan keresahan ini. aku mencoba mencari kedamaian dari ruang yang berbeda tetapi tak kudapatkan damai yang dulu begitu indah. Aku benar-benar kehilangan................
aku ingin pulang......, aku lelah menunggumu. tapi tak ada juga tanda-tanda kau akan datang. aku ingin bertanya pda mereka, tapi dapatkah mereka memberi tahu aku kemana perginya dirimu ? bisakah mereka memberi aku kepastian agar hati ini tak galau lagi.
kutunggu dirimu sampai waktu menunjukkan pukul 16:10. sedikit lagi....mungkin kamu terlambat datang seperti waktu itu.
kamu tak datang juga...........
aku harus pergi skarang.
Alina69
Kembara Sebuah Hati
Dia tercipta manakala jiwa
Tak mampu menahan gejolak rasa
Yang berlompatan
Kemudian tertuang lewat rangkaian kata
Nan sederhana, lugu, apa adanya
Manifestasi dari proses
Pencarian diri
Alina69 ~ 14 October 2008
Tak mampu menahan gejolak rasa
Yang berlompatan
Kemudian tertuang lewat rangkaian kata
Nan sederhana, lugu, apa adanya
Manifestasi dari proses
Pencarian diri
Alina69 ~ 14 October 2008
Pesimis
dalam kesendirianku
kucoba tuk langkahkan kaki
dengan jiwa yang kosong...
hampa...
karna telah kau bawa sgala rasa
dan kini
aku tlah sampai pada suatu batas
dimana aku tak bisa bertahan lagi
aku lelah....
lelah menata hati
lelah menata jiwa
sendiri....
Alina69 ~ 14 October 2008
kucoba tuk langkahkan kaki
dengan jiwa yang kosong...
hampa...
karna telah kau bawa sgala rasa
dan kini
aku tlah sampai pada suatu batas
dimana aku tak bisa bertahan lagi
aku lelah....
lelah menata hati
lelah menata jiwa
sendiri....
Alina69 ~ 14 October 2008