Butuh seribu keberanian untuk mengatakannya,
Setumpuk kekesalan akhirnya membuatku mampu mengucapkan itu.
"Aku cemburu.. !"
Maaf, aku tak sempat mengabadikan baris puisimu malam itu,
Masih kuingat dua baris kalimat,
Namun begitu, aku tetap berusaha keras mengingat seutuhnya.
"Untuk kesekian kalinya ini terjadi lagi.."
"Bukit Tidar tersenyum padaku.."
Aku kangen kamu,
Meski terkadang sering membenci, tetap saja aku merinduimu.
Ingin kuputar lagi masa 2,5 tahun itu.
Membaca dan mendengar setiap ucapanmu.
Tak ada kalimat yang manis.
Tapi sederhana dan terasa romantis.
Apa aku gila?
Ya, mungkin aku memang sudah sedikit gila.
Tapi kutahu,
Pujangga mana tak pernah menyalahkan kegilaan seorang manusia akan cinta.
Akupun sebenarnya juga tak ingin seperti ini.
Tapi bagaimana,
Cinta tak pernah menawarkan kedatangannya.
Yang kutahu, ia datang begitu saja.
Tanpa permisi,
Layaknya pencuri.
Cinta telah mencuri segala harta logika yang kumiliki.
Dan akhirnya, aku kini tak mampu lagi berpikir dengan realita.
11 May 2009
09 May 2009
Bentuk Cinta
aku ingin bertanya....
bagaimanakah bentuk cinta itu
bulatkah.....
lonjongkah.....
segitigakah....
ataukah tak punya bentuk sama sekali
aku ingin bertanya
bagaimanakah rupa cinta itu
cantikkah....
maniskah....
atau tak mempunyai rupa....
tapi mengapa cinta itu bisa membuat orang
tersenyum.....
tertawa.....
menangis.....
dan bahkan
ada yang bunuh diri karna cinta
Alina69 ~ 27 September 2002
bagaimanakah bentuk cinta itu
bulatkah.....
lonjongkah.....
segitigakah....
ataukah tak punya bentuk sama sekali
aku ingin bertanya
bagaimanakah rupa cinta itu
cantikkah....
maniskah....
atau tak mempunyai rupa....
tapi mengapa cinta itu bisa membuat orang
tersenyum.....
tertawa.....
menangis.....
dan bahkan
ada yang bunuh diri karna cinta
Alina69 ~ 27 September 2002
06 May 2009
Bukan Cinta Biasa
Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku
Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku
Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Diam terpaku memandang layar, Menelan setiap baris kata, Menggema alunan musik bersuara. Aku jatuh, aku rapuh, tiada asa dan daya..
Kerinduan
kadang aku ingin menjauh darimu
agar tak ada sesal di dada ini
tapi semua itu tak mudah
buatku,
kadang aku ingin kau tak
mengenaliku,
namun.....,
kerinduan ini
menghalangi langkahku
'tuk menjauhimu.
alina_ku, 2 mei 2009
agar tak ada sesal di dada ini
tapi semua itu tak mudah
buatku,
kadang aku ingin kau tak
mengenaliku,
namun.....,
kerinduan ini
menghalangi langkahku
'tuk menjauhimu.
alina_ku, 2 mei 2009
Kutang
Ups. Jangan ngeres dulu liat judulnya. Jorok sih. Sudah berusaha kutolak juga nih kiriman puisi. But, setelah melalui penjelasan panjang lebar bla bla bla,,, dan katanya puisi ini terinspirasi dari insiden obrolan di room chatting yang saat itu sedang membicarakan tentang judul itu tuh...
So, baca dan resapi dulu saja baik-baitnya. Ada makna dan misi berharga di dalamnya.
...Semoga postingan ini tidak kena UU Anti Pornografi. **harap-harap cemas**
Apa itu dibalik kutang
Jangankan isi kutang
Tali kutangpun tetap melintang
Jangan harap bisa kau pegang
Sebelum kau pegang pasti kukemplang
Apa itu dibalik kutang
Jangankan isi kutang
Tali kutangpun takan melintang
Jika kau ingin pegang
Datang dengan segudang barang
Semua pasti terkabul
Asalkan sudah ijab kobul
Brabangkara 20 April 2009