05 March 2007

Puisi baru dari Bangkara

Merapi dan Maridjan
merapi batuk maridjan sibuk
merapi batuk maridjan membujuk
merapi muntah maridjan resah
merapi muntah maridjan gelisah
merapi muntah maridjan munggah
merapi tenang maridjan jadi bintang
(brabangkara 19/02/07)

Tsunami aceh
tanah terbelah samudra tumpah ruwah
menerjang gedung,rumah ,musholah dan petak sawah
semua luluh lantak berserak duka,lara,nestapa dan air mata
terpisah kasih antara sanak keluarga tercinta tuk selamanya
dingin,beku, terbujur kaku tanpa nyawa ,pilu yg ada
Kau petik dawai bencana dari murkaMu
hingga serambi mekahpun sirna
(brabangkara 19/02/07)

Alam tak lagi ramah
puting beliung hitam kelam
menjulur meliuk
bagai naga mematuk
rumah penduduk ambruk
masih dalam ingatan merapi batuk
muntah lahar hanguskan dataran
masih dalam ingatan tanah bergetar
mengguncang hebat
hingga porak poranda bangunan yang tegak
masih dalam ingatan samudra bergemuruh
bagai mengejar musuh hingga rubuh
dosa besar apakah hingga alam tak lagi ramah
(brabangkara 20/02/07)


Sekar Arum Sari

0 comments:

Post a Comment