01 February 2008

Everybody Knows I'm A Dog

Ya. Itulah label indah yang saat ini sedang melekat pada diriku. Baris-baris kalimat itu masih terus mengalir. Ungkapan-ungkapan tajam masih muncul sebagai akibat kebodohan dan keteledoranku.

Masih kubaca satu per satu kalimat-kalimat itu.

"pesan saya buat si anonim yg lagi dibicarakan ini (pastinya dia mbaca toh?), ndak usah jd manusia sok sempurna saat sampeyan cuma berani lempar batu sembunyi tangan :p"

(update 02022008: alhamdulillah, barusan terima email, katanya kalimat itu bukan untukku. semoga saja...)

Yap. Semua kubaca. Tak ada satu barispun yang kulewatkan. Memang, aku tak boleh melewatkan satu barispun. Atau mungkin, aku harus menghapal satu per satu baris kalimat itu. Agar melekat di seumur hidupku. Agar terus menjadi pengingat sampai ke liang kuburku. Baris-baris pelajaran berharga yang akan terus mengingatkanku untuk tak mengulangi kembali kebodohan itu.

Sebuah kesalahan yang terlalu dalam menggores hati dan jiwa manusia-manusia sempurna. Aku sadar, maaf saja tak cukup untuk membenahi kembali perbuatanku. Mungkin, harga diriku terlalu kecil untuk dapat ditukar dengan sebuah kata maaf. Jasadku terlalu cacat untuk datang menghantarkan sebuah kata maaf.

Bersyukur, masih ada jiwa-jiwa rendah hati yang dengan tulus ikhlas menerima kata maaf itu. Menerima secuil harga diri dan jasad yang hampir tak berarti lagi. Semoga, jiwa-jiwa itulah yang kelak membimbingku. Menuntun dan mengajarkan aku.

Yes, i'm a dog.
Akulah sang pengecut itu.

Tapi kini, akulah pengecut yang akan belajar dari kepengecutanku.
Semoga, Tuhan menurunkan jiwa-jiwa bijak itu untuk membimbingku.

______________________________

ah kebetulan sekali. tepat ketika posting ini akan kuakhiri, tanpa sengaja muncul pesan dalam status Yahoo Messenger ku.

madja: "Sepintar, sehebat, sebaik apapun anda pasti ada yang senang ketika anda jatuh, begitu juga sebaliknya sebodoh, sehina, dan sejahat apapun anda pasti ada yang menaruh simpati pada anda..., bener gak?"

_______________________
"Saya hanya ingin kita tidak takabur ketika seolah-olah semua orang mendukung kita, padahal tidak begitu adanya, sehingga kita sewaktu-waktu siap menjadi bahan tertawaan ketika jatuh, dan kemudian siap untuk bangkit lagi. "

_______________________
"... Karena itu bangkitlah dan perbaiki diri! masih ada orang yang mendukung anda, masih ada orang yang menaruh simpati pada anda, masih ada orang yang memperhatikan anda, meskipun semua itu tidak berwujud ucapan ataupun perbuatan yang nyata. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Allah ‘azza wa jalla masih bersama kita dan memberi kita seseorang yang menaruh simpati pada kita."

akan kuingat baik-baik pesanmu itu, Madja.

10 comments:

Nico Wijaya said...

Ayo semangat nulis lagi. Wong blog ini aseli kan? Mana udah pernah kopdar rame2 lg. Jd nggalah dianggep sbg dog.
Jangan mau kalah dgn blog palsu yg tanpa rasa bersalah tetap eksis.

Anonymous said...

he..he..
Semangat aruuum!
Thx buat linknya :)

Arum said...

thanks supportnya. Alhamdulillah, ini asli buatan saya, meski dulu pas bikin accountnya dibuatin temen :D eh kok ada blog palsu segala? emang blog palsu yg gimana tuh?

Anonymous said...

duh arumm.. sebisa mungkin jangan sampe kita mengutuk diri sendiri... :( manusia bagaimanapun tetep ciptaan Tuhan yg paling sempurna :)

Arum said...

ah, aa yang satu ini, masih setia menghibur adeknya :D insya allah nggak mengutuk diri kok. Cuma belajar memandang diri agar tidak merasa lebih. hehe... paan sih tuh.

Anonymous said...

just do what you want to do, yang penting hati plong dan tidak melanggar syariat mbak. diketawain juga boleh. anggep aja kita sedang membuat teater ludruk ;)).
kata orang kalau kita tidak tahan menelan sesuatu yang pahit, telan saja dengan gula. insya Allah rasa pahitnya bisa dinetralisir dengan gula. ok, ini saran tambahan dech. met mencoba ;)

Anonymous said...

Smangadddhhhhh!!!!

Arum said...

alhamdulillah.. duh ternyata, masih banyak yang peduli padaku. thanks buat semua :)

Anonymous said...

Hai Mba'

Trims, cantik sekali tulisannya,
Mengingatkan sekali bagi saya,
Kesalahan dan kebenaran bisa terjadi pada siapa saja,
Baik sengaja maupun juga tidak sengaja,

Yang penting tentunya,
hikmah yang kita ambil setelahnya,
Lagipula, dunia terlalu indah tuk disia- siakan hanya demi penyesalan yg tiada guna,
Yu ah, positive thinking( mottonya kan?) dan semangat lagi aja,

Arum said...

ehehe, makasiiii...
padahal saya sih aslinya paling males nulis dan ga pinter berkata-kata. cuma ga tau nih, gara2 insiden kmaren kok jadi rajin posting gini yah :D

Post a Comment